Peripheral Component Interconnect (PCI)



Dalam postingan kali ini saya akan membagian artikel tentang PCI yang saya peroleh dari beberapa situs yang membahas juga tentang PCI. Dalam artikel ini saya akan menjelaskan apa itu PCI dan apa kegunaanya serta sejarah perkembangan PCI dari pertama kali di ciptakan. langsung saja di simak di bawah ini :

Pengertian PCI


Peripheral Component Interconnect (PCI) adalah bus yang tidak tergantung prosesor dan berfungsi sebagai bus mezzanine atau bus peripheral. PCI memiliki kinerja tinggi untuk sistem I/O berkecepatan tinggi seperti : video adaptor, NIC, disk controller, sound card, dan lain-lain.

PCI memberikan sistem yang lebih baik bagi subsistem I/O berkecepatan tinggi (misalnya: graphic display adapter, network interface controller, disk cotroller, dll). Standar yang berlaku saat ini mengizinkan pengunaan sampai 64 saluran dan pada kecepatan 33 MHz, bagi kelajuan transfer 264 Mbyte/detik, atau 2,112 Gbps. Namun bukan hanya kecepatannya saja yang tinggi yang membuat PCI menarik, PCI khusus dirancang untuk memenuhi kebutuhan I/O sistem yang modern secara ekonomi. PCI hanya memerlukan keping yang lebih sedikit untuk mengimplementasikan dan mendukung bus lainnya yang dihubungkan ke bus PCI.



Perkembangan PCI

Spesifikasi bus PCI pertama kali dirilis pada bulan Juni 1992, sebagai PCI vesi 1.0. Perkembangan selanjutnya dapat dilihat pada tabel berikut. Spesifikasi bus PCI Dirilis pada Perubahan yang dilakukan sebagai berikut :
  1. PCI 1.0 Juni 1992 Spesifikasi asli PCI, yang memiliki lebar bus 32-bit atau 64-bit
  2. PCI 2.0 April 1993 Spesifikasi ini mendefinisikan jenis konektor dan papan ekspans
  3. PCI 2.1 Juni 1995 Operasi 66 MHz diberlakukan; Perubahan pada latency; Adanya fungsi transaction ordering
  4. PCI 2.2 Januari 1999 Fitur manajemen daya diberlakukan; Ada beberapa klarifikasi mekanika
  5. PCI-X 1.0 September 1999 Spesifikasi PCI-X 133 MHz, sebagai tambahan bagi versi PCI 2.2
  6. Mini-PCI November 1999 Spesifikasi PCI 2.2 untuk motherboard dengan form factor yang kecil (Micro-ATX)
  7. PCI 2.3 Maret 2002 Pensinyalan 3.3 Volt; Penggunaan kartu yang bersifat low-profile
  8. PCI-X 2.0 Juli 2002 Modus kerja 266 MHz dan 533 MHz; dukungan terhadap pembagian bus 64-bit menjadi segmen-segmen berukuran 16-bit atau 32-bit; Pensinyalan 3.3 Volt atau 1.5 Volt. 
  9. PCI Express 1.0 Juli 2002 PCI dengan cara transmisi serial, dengan kecepatan 2500Mb/s tiap jalur transmisi tiap arah, menggunakan pensinyalan 0.8 Volt, sehingga menghasilkan bandwidth kira-kira 250MB/s tiap jalurnya; Didesain untuk menggantikan PCI 2.x dalam sistem PC.

Struktur Bus 

PCI dapat dikonfigurasikan sebagai bus 32-bit atau 64-bit. Signal-signal yang diharuskan bagi PCI dibagi menjadi beberapa kelompok-kelompok berdasarkan fungsinya masing-masing :
  1. System pins:
    Meliputi pin waktu dan pin reset.
  2. Address dan Data Pins:
    Meliputi 32 saluran yang time-multiplexed bagi alamat data. Saluran lainnya di dalam kelompok ini digunakan untuk menginterpretasi dan memvalidasi saluran-saluran signal yang membawa alamat dan data.
  3. Interface Control Pins:
    Mengotrol timing transaksi dan mengkoordinasikan antara inisiator dan target.
  4. Arbitration Pins:
    Tidak seperti saluran signal PCI lainnya, pin-pin ini bukan saluran yang dipakai bersama-sama. Melainkan masing-masing master PCI memiliki pasangan saluran arbitrasinya sendiri yang menghubungkannya secara langsung dengan arbiter bus PCI.
  5. Error Reporting Pins:
    Digunakan untuk melaporkan error parity dan error-error lainnya.
 
Selain itu, spesifikasi PCI mendefinisikan 50 saluran signal optimal yang dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan fungsionnya sebagi berikut:
  1. Interrupt Pins:
    Saluran signal ini disediakan bagi perangkat-perangkat PCI yang harus menghasilkan request untuk layanan. Seperti halnya arbiterasi, pin-pin ini pun bukan saluran yang dapat dipakai bersama. Melainkan masing-masing perangkat PCI memiliki sendiri saluran interrupt ke pengpntrol interrupt.
  2. Cache Support Pins:
    Pin-pin ini diperlukan untuk mendukung memori pada PCI yang dapat di-cache-kan di dalam prosesor atau perangkat lainnya. Pin-pin ini mendukung protokol-protokol snoopy cache.
  3. 64-bit Bus Extension Pins:
    Meliputi 32 saluran yang merupakan time-multiplexed bafi alamat dan data dan dikombinasikan degab saluran alamat atau data untuk membentuk bus alamat/data 64-bit. Saluran lainnya di dalam kelompok ini digunakan untuk menginterpretasi dan memvalidasi saluran-saluran signal yang membawa alamat/data. Terakhir, terdapat dua saluran yang memungkinkan dua perangkat PCI untuk menyetujui penggunaan kemampuan 64-bit.
  4. JTAG/Boundary Scan Pins:
    Saluran-saluran signal ini mendukung pengujian prosedur-prosedur yang ditentukan dalam standard 149.1 IEEE.
 
 

Perintah-perintah PCI

Aktivitas bus terjadi dalam bentuk transaksi antara sebuah master dengan sebuah target. Ketika memperoleh kontrol bus, master bus menentukan jenis transaksi yang akan terjadi berikutnya. Selama fase alamat dari suatu transaksi, saluran C/BE dipakai untuk memberikan signal tenis transaksi. Perintah-perintah itu adalah sebagai berikut :
  1. Interrupt Acknowledge
    Adalah perintah baca yang ditujukan bagi perangkat yang berfungsi sebagai pengotrol interrupt pada bus PCI. Saluran alamat tidak digunakan sekama fase alamat, dan saluran byte enable menunjukkan ukuran interrupt identifier untuk dikembalikan.
  2. Special Cycle
    Digunakan oleh inisiator untuk melakukan broadcast pesan ke sebuah target atau lebih.
  3. I/O Read dan I/O write
    Digunakan untuk melakukan transfer data antara inisiator dengan pengontrol I/O. setiap alamat I/O memiliki ruang tersendiri, dan saluran alamat digunakan untuk menunjukkan perangkat tertentu dan untuk menspesifikasikan data yang akan ditransfer ke perangkat itu atau ditransfer dari perangkat tersebut
  4. .Memori read dan write
    Digunakan untuk menspesifikasikan transfer data, yang menempati satu siklus waktu atau lebih. Interpretasi perintah-perintah ini tergantung pada apakah pengontrol memori pada bus PCI mendukung protokol PCI untuk trasfer antara memori dengan cache atau tidak. Perintah Memory Write dipakai untuk mentransfer data dalam satu siklus waktu atau lebih ke memori.
  5. Memory Write and Invalidate
    Mentransfer data dalam satu siklus waktu atau lebih ke memori. Selain itu, perintah ini menjamin bahwa sedikitnya satu saluran cache akan ditulis. Perintah ini mendukung fungsi cache tentang penulisan kembali saluran ke memori.
  6. Configuration Read dan Write
    Kedua perintah konfigurasi memungkinkan suatu master membaca dan meng-update parameter-parameter konfigurasi pada perangkat yang terhubung ke PCI. Masing-masing perangkat PCI dapat meliputi hingga 256 buah register internal yang digunakan selama inisialisasi sistem untuk mengkonfigurasi perangkat itu.

  7. Dual Address
    Digunakan oleh inisiator untuk menunjukkan bahwa inisiator memakai pengalamatan 64 bit
 
Mungkin itu saja yang dapat saya uraikan pada artikel tentang PCI kali ini. Apabila ada kesalahan mengenai apa yang saya tulis mohon di beri tanggapan pada kolom komentar. Pada artikel ini saya memperoleh dari beberapa website yang juga membahas tentang PCI, kemudian saya merangkumnya dan memahaminya. TerimaKasih!
 
 
 
 
sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Kerja Internet